Minggu, 21 Desember 2008

Penghematan Biaya F1

 
Menanggapi krisis global, Formula 1 bakal melakukan pemangkasan ongkos besar-besaran. Mulai dari pembatasan mesin, uji coba, sampai jam kerja di markas tim. Sebagai konsekuensinya, bakal terjadi banyak pemutusan hubungan kerja (PHK) di lingkungan seri balap paling bergengsi itu. Namun, semua tim masih sepakat untuk tetap mengutamakan para penggemar di seluruh dunia.

"Ini adalah langkah besar ke depan," kata Max Mosley, presiden FIA (federasi balap mobil dunia), seperti dilansir Press Association. "Semua tahu sekarang sedang krisis, karena penjualan mobil yang merosot. Tidak ada yang tahu apakah situasi akan memburuk dulu sebelum membaik. Karena itu, kami harus mengambil langkah besar," tuturnya.

Max Mosley

Mosley mengakui, keajaiban bisa terjadi, dan situasi bisa membaik dengan sendirinya dalam dua bulan ke depan. Tapi, langkah drastis tetap harus diambil. Toh, kalau pun nanti situasi membaik, dampaknya justru positif, karena tim-tim bakal meraih keuntungan.

Konsekuensi terbesar dari kesepakatan baru, lanjut Mosley, adalah banyaknya PHK di kalangan F1 dalam beberapa tahun ke depan. Bila sekarang banyak tim punya karyawan mencapai 700 sampai 1.000 orang, nantinya setiap tim hanya butuh sekitar 200 orang.

"Hilangnya pekerjaan adalah bagian dari pemotongan biaya. Tapi kalau kita mau melihat dari sisi lain, mereka (tim-tim, Red) sekarang punya 700 sampai 1.000 orang hanya untuk balapan dengan dua mobil. Apa pun hasilnya, jumlah itu tidaklah sustainable. Andai ekonomi dunia baik pun, tidak mungkin sebuah tim bisa beroperasi seperti itu dalam waktu lama!" tandasnya.

Dan yang terpenting, tambah Mosley, para penggemar tidak akan melihat banyak perbedaan. Baik saat nonton di sirkuit maupun lewat layar kaca. "Ini masih Formula 1 seperti yang kita kenal. Tapi dengan biaya jauh lebih murah," ujarnya.

Mario Theissen, bos BMW-Sauber, mengaku senang dengan kesepakatan yang telah dicapai. Sama seperti Mosley, Theissen bilang segala perubahan ini tidak akan berpengaruh bagi para penggemar. "Kami tidak akan mengabaikan para penggemar," tegasnya.

Juara dunia 2008 Lewis Hamilton bahkan merasa musim 2009 nanti bakal berlangsung lebih menarik. "Kita sekarang sedang berada dalam masa-masa sulit. Tapi (Formula 1) telah melakukan segala hal yang dibutuhkan untuk beradaptasi dan survive. Kami telah menyuguhkan show luar biasa musim lalu. Saya yakin, tahun depan akan lebih baik lagi," kata pembalap McLaren-Mercedes itu.

Dalam masa-masa ke depan, FIA dan FOTA (asosiasi tim F1) akan terus berbicara untuk mengkonkretkan berbagai usulan tambahan.

Salah satu aturan baru yang akan sangat singnifikan adalah soal pelarangan melakukan ujicoba di tengah musim, ini mulai berlaku tahun 2009. Dengan kata lain, setelah musim bergulir setiap tim hanya memiliki sesi pengujian pada hari Jumat . Itupun dibatasinya hanya 30.000 km setiap musim

Di tahun yang sama FIA juga mengharuskan usia mesin diperpanjang dari yang musim ini hanya dipakai di dua balapan akan ditambah menjadi tiga balapan. Setiap pembalap hanya dijatah delapan mesin setiap musimnya, plus empat mesin untuk sesi ujicoba. Total setiap tim cuma boleh memiliki 20 mesin untuk satu musim.

Putaran mesin yang sebelumnya 19.000 rpm kini dipotong hanya menjadi 18.000 rpm. Pada musim depan perubahan ini diharapkan bisa menghemat 30% pengeluaran tim dan bahkan hingga 50% buat tim independen.

Bagaimana F1 Pangkas Ongkos??

Musim 2009

1. Masa pakai mesin digandakan. Satu pembalap hanya boleh memakai delapan mesin selama semusim plus empat untuk uji coba.

2. Biaya sewa mesin untuk tim independen dipangkas 50 persen dari biaya 2008.

3. Sama sekali tak boleh uji coba ketika musim balap sudah dimulai.

4. Markas tim harus tutup selama enam minggu dalam setahun.

5. Mengurangi jumlah personel keliling, menghemat dengan cara berbagi informasi ban dan bahan bakar antar-sesama tim.

Dan lain-lain.

Musim 2010

1. Mesin bakal tersedia untuk tim independen dengan harga 5 juta euro per musim. Baik dari supplier khusus atau pabrikan peserta. Mesin yang sama akan dipakai untuk 2011 dan 2012.

2. Komponen sasis akan dibahas. Sebagian akan distandarkan atau dibuat dengan biaya lebih murah.

3. Semua tim memakai sistem radio dan telemetri standar.

4. Dilarang memakai penghangat ban.

5. Tidak ada lagi pengisian bahan bakar di tengah lomba.

6. Kemungkinan mengurangi panjang lomba.

7. Fasilitas dan riset di markas tim makin dibatasi (akan diahas).

Dan lain-lain.

Kontroversi tentang Medali untuk Pemenang Race


Pemberian medali untuk para pemenang race  merupakan ide Bernie Ecclestone ("pemilik" F1) untuk musim depan. Untuk para pembalap yang finish di podium ke 1, 2, dan 3 akan mendapatkan medali emas (pemenang), perak (runner up), perunggu (ketiga) layaknya di Olimpiade. Dimana pembalap yang mengoleksi emas lebih banyak, maka pembalap itulah yang mendapatkan title juara dunia F1. Ide ini hanya untuk gelar pembalap, konstruktor masih menggunakan sistem poin seperti biasa.


Bernie Ecclestone

Ide ini ditujukan agar balapan di F1 akan menjadi lebih seru. Dimana para pembalap akan saling bertarung, saling overtake untuk meraih podium pertama untuk tiap race. Dan tidak bermain aman seperti Lewis Hamilton (GP Brazil musim lalu). Pada GP Brazil 2008 lalu, Lewis Hamilton yang sejatinya hanya finish di posisi 5, tapi meraih title juara dunia. Sedangkan Felipe Massa yang menjadi pemenang pada race tersebut tidak meraih apa-apa. Menurut Bernie, para pembalap F1 sangatlah mungkin menjadi juara dunia tanpa meraih satu kemenangan pun (selalu konsisten pada tiap race). Inilah yang ingin dihindari, Bernie menginginkan sang Juara Dunia F1 adalah pembalap yang bisa memenangi race lebih banyak daripada pesaingnya. Dan tidak bermain aman. 

Tapi ide ini juga memiliki kelemahan, dimana jika ada salah satu pembalap yang mendominasi dan selalu memenangi race pertama hingga race pada pertengahan musim. Maka pembalap ini dipastikan menjadi juara dunia F1 (ini sangatlah mungkin terjadi). Maka pada race berikutnya, para pembalap yang kalah tidak akan lagi mengejar kemenangan karena title juara dunia sudah dimenangkan. Dan yang terjadi adalah race akan berlangsung tidak seru lagi. 

Namun ide ini belum diajukan kepada federasi otomobil internasional (FIA). Namun pertemuan FIA berikutnya direncanakan berlangsung di Monako (12 Desember lalu). Asosiasi tim F1 (FOTA) yang beranggotakan 10 tim juga akan membicarakan usulan ini dalam pertemuan mendatang. Jadi, masih belum ada keputusan resmi tentang ide Bernie Ecclestone ini.

Sabtu, 29 November 2008

Perubahan - Perubahan Regulasi untuk Musim 2009

FIA telah membuat perubahan-perubahan regulasi untuk musim 2009, hasilnya bisa dilihat pada sesi uji coba yang baru saja dihelat di Barcelona, Spanyol pada tanggal 17-19 November kemarin.

Perubahan-perubahan yang sangat ekstrim tersebut juga bakal membuat atmosfer Formula 1 kian memanas. Karena dari beberapa tim, ada yang telah sangat siap dengan perubahan regulasi tersebut, dan ada yang masih mengutak-atik untuk dapat menemukan setelan yang pas. Ini akan membuat aroma persaingan akan merata (tidak hanya Ferrari dan McLaren saja yang bertarung). Jadi, bukan tidak mungkin bahwa tim seperti BMW Sauber bisa menjadi juara musim depan. Karena mereka telah sangat siap dengan perubahan regulasi tersebut. Perubahan ini ditujukan untuk meningkatkan daya tahan mobil, juga untuk penghematan biaya tiap tim.

Dimana perubahan-perubahan Regulasi tersebut diantaranya..
1. KERS (Kinetic Energy Recovery System)
Mulai tahun depan, para pembalap Formula 1 memiliki "power boost" seperti di A1. Dengan KERS, energi kinetik yang keluar pada saat pembalap melaju kecepatan penuh, akan tersimpan pada saat memasuki tikungan. Energi kinetik pada mobil akan tersimpan pada Roda Gila KERS. Dan energi yang tersimpan ini bisa digunakan sewaktu-waktu oleh pembalap dengan menekan tombol "Boost Button" pada setir.

2. Ban Slick
Setelah 10 tahun lebih menggunakan ban beralur, akhirnya ban slick (ban polos) kembali digunakan pada F1. Sebagai langkah untuk meningkatkan performa mekanis daripada aerodinamis. Dengan ban polos, cengkeraman ban
akan meningkat 20 persen sehingga mobil bisa melaju tanpa khawatir ban akan menipis.
Ini sebagai "ganti rugi" regulasi aerodinamika yang dibatasi.

Ban Slick (tanpa alur)

3. Aerodinamika
Mungkin sisi inilah yang merupakan perubahan terbesar pada F1 musim depan. Tidak ada lagi tambahan item seperti Winglet, Barge Board, Turning Vanes, dan Chimney. Sehingga mobil
F1 akan terlihat lebih "bersih". Perubahan ini dilakukan untuk memudahkan penyalipan tanpa mudah terkena turbulensi.

BMW Sauber (dengan sayap depan dan belakang sesuai regulasi baru)

Perubahan yang signifikan terlihat pada sayap depan dan belakang mobil. Dimana sayap depan menjadi lebih rendah (75mm dari 150mm), dan juga lebih lebar
(lebih dari 1400-1800mm). Sayap belakang juga menjadi lebih tinggi (lebih tinggi 150 mm),
dan juga lebih sempit(750mm dari 1000mm). Semua perubahan pada aerodinamika ini dimaksudkan
untuk meningkatkan downforce.

4. Pemakaian Mesin
Pada musim depan, mesin yang digunakan harus sama untuk 3 sesi (latihan, kualifikasi, dan race)

5. Testing
Pada musim lalu, test mobil yang dilalui mencapai 30.000km tiap event, tapi untuk musim depan dikurangi menjadi 20.000km. Ini dimaksudkan untuk lebih penghematan biaya.

Kamis, 27 November 2008

2009 FIA Formula One World Championship Race Calendar

01 2009 FORMULA 1 ING AUSTRALIAN GRAND PRIX (Melbourne) 27 - 29 Mar
02 2009 FORMULA 1 PETRONAS MALAYSIAN GRAND PRIX (Kuala Lumpur) 03 - 05 Apr
03 2009 FORMULA 1 CHINESE GRAND PRIX (Shanghai) 17 - 19 Apr
04 2009 FORMULA 1 GULF AIR BAHRAIN GRAND PRIX (Sakhir) 24 - 26 Apr
05 FORMULA 1 GRAN PREMIO DE ESPANA TELEFONICA 2009 (Catalunya) 08 - 10 May
06 FORMULA 1 GRAND PRIX DE MONACO 2009 (Monte Carlo) 21 - 24 May
07 2009 FORMULA 1 TURKISH GRAND PRIX (Istanbul) 05 - 07 Jun
08 2009 FORMULA 1 SANTANDER BRITISH GRAND PRIX (Silverstone) 19 - 21 Jun
09 FORMULA 1 GP SANTANDER VON DEUTSCHLAND 2009 (Nürburgring) 10 - 12 Jul
10 FORMULA 1 ING MAGYAR NAGYDIJ 2009 (Budapest) 24 - 26 Jul
11 2009 FORMULA 1 TELEFONICA GRAND PRIX OF EUROPE (Valencia) 21 - 23 Aug
12 2009 FORMULA 1 ING BELGIAN GRAND PRIX (Spa-Francorchamps) 28 - 30 Aug
13 FORMULA 1 GRAN PREMIO SANTANDER D'ITALIA 2009 (Monza) 11 - 13 Sep
14 2009 FORMULA 1 SINGAPORE GRAND PRIX (Singapore) 25 - 27 Sep
15 2009 FORMULA 1 FUJI TELEVISION JAPANESE GRAND PRIX (Suzuka) 02 - 04 Oct
16 FORMULA 1 GRANDE PREMIO DO BRASIL 2009 (Sao Paulo) 16 - 18 Oct
17 2009 FORMULA 1 ETIHAD AIRWAYS ABU DHABI GRAND PRIX (Abu Dhabi) 30 Oct - 01 Nov

Sabtu, 08 November 2008

F1 will be Back to Basic..

Musim baru, regulasi baru. Itulah yang terjadi pada F1 saat ini. Bisa dibilang F1 mulai musim mendatang akan sedikit demi sedikit "back to basic". Dimana regulasi - regulasi tersebut antara lain, akan digunakannya KERS (Kinetic Energy Recovery System), kembalinya pemakaian ban slick (ban polos) yang terakhir kali dipakai pada musim 1997, dan juga pembatasan dari segi aerodinamika.

Para pengamat Formula One (F1) terkejut bakal ada beberapa perubahan regulasi dramatis pada kendaraan para jago balap.

Yang pasti, tahun depan pemakaian ban licin (slick) dan Sistem Pemulihan Energi Kinetik (KERS) akan mulai dipergunakan.

Tapi yang paling menghebohkan adalah pembatasan pada sisi regulasi aerodinamis. Pengerjaan badan mobil seperti flip-up dan winglet mulai musim depan sama sekali tidak diperbolehkan.


Side Winglet pada F1 musim 2008


Ukuran sayap depan diperbesar. Sementara, bila merujuk pada sayap belakang mobil spesifikasi 2009 yang sudah diperlihatkan Williams dan Ferrari, ketinggiannya ditambah serta ukurannya juga lebih kecil dibanding musim lalu. Ini akan membuat mobil F1 akan terlihat sedikit "kuno".


Ferrari F2009 tanpa ban slick (no winglet, no bridge at nosecone)


"Kejutan akan sangat besar saat mobil-mobil balap ini diperlihatkan kepada publik," ujar figur yang dekat dengan pengembangan mobil Renault R29, Alfonso Martinez.

KERS, Teknologi Mengirit BBM di F1

Upaya mengirit energi dan lingkungan hijau, kini telah memasuki kancah F-1. Hal itu ditandai dengan rencana FIA (Federation Internationale d'Automobile) menggunakan KERS tahun depan (2009). KERS, Kinetic Energy Regenerative (bisa juga Recovery) System adalah mengambil lagi energi yang terbuang saat mobil direm. Dengan cara ini, konsumsi bahan bakar menjadi lebih irit. Emisi gas buang, terutama CO2 dapat pula dikurangi.


KERS


Ketika mobil direm, mesin tetap bekerja. Tenaga yang dihasilkan mesin tidak terpakai secara optimum karena mobil melambat atau malah berhenti total. Berarti tenaga mesin terbuang percuma. Tenaga yang terbuang berupa gerakan atau putaran komponen mesin itu disebut energi kinetik. Energi itulah yang diambil, disimpan dan nantinya digunakan lagi untuk menjalankan kendaraan.

Saat ini ada dua cara memanfaatkan energi kinetik, yaitu mekanikal dan elektrikal. Mekanikal, menggunakan roda gila. Sedangkan elektrikal, tenaga dari mesin diubah menjadi listrik (menggunakan generator), kemudian disimpan pada kapasitor atau aki. Setelah itu baru digunakan membantu mesin menjalankan kendaraan, misalnya berakselerasi. Karena menggunakan dua sumber tenaga , disebut hibrida. Pada F1, KERS yang ditawarkan Flybrid bekerja secara mekanikal. Tenaga mesin yang tidak terpakai saat mobil direm, disimpan pada roda gila berupa putaran atau energi kinetik. Nantinya energi tersebut digunakan lagi ketika gas digenjot.

Sederhana dan Praktis
Sebenarnya KERS sudah banyak dikembangkan oleh berbagai perusahaan otomotif. Pengembangan yang dilakukan mengarah ke pemulihan energi secara elektrikal. Karena itulah, ketika FIA menggagas penggunaan KERS, beberapa tim F1 langsung melakukan uji-coba. Ternyata sebagian tim F1 menggunakan sistem KERS sendiri. Misalnya , seperti yang dilakukan BWM. Akibatnya terjadilah insiden, mekanik BMW tersengat sentrum ketika memegang sidepot dan setir saat latihan.

Menurut Markuus Duesmann, Kepala Transmisi BMW, mekaniknya kena sentrum karena tegangan AC yang dihasilkan sistem KERS mobilnya tinggi sekali. Setelah diperiksa , kontrol unit KERS BMW ternyata menghasilkan tegangan tinggi yang berasal kapasitor pada sistem 12 volt yang digunakan mobil. Tegangan tersebut mengalir melalui setir dan sasis yang dibuat dari karbon.

Faktor utama FIA memilih KERS mekanikal lantaran kemasan dan ukurannya lebih kompak dibandingkan versi elektrikal. Bobot seluruh unit hanya 24 sedangkan volumenya volume 13 liter. Kondisi ini dinilai sangat pas buat mobill F1.


Letak KERS pada F1


KERS mekanikal yang akan digunakan pada F1 dan dibuat oleh Flybrid dari Inggris. Energi yang bisa dihemat dari alat yang diciptakan perusahaan tersebut yaitu sekitar 400 kilojoule untuk setiap lap. Bila dikonversi lagi sama dengan 80 hp atau 60 kW untuk waktu 6,67 detik. Bila disederhanakan lagi, menjadi 60.000 Joule per detik.

Klaim Flybrid diragukan beberapa ahli energi dan otomotif. Menurut mereka, rata-rata bensin mengandung energi 39,5 MegaJoule/liter. Karena itu, klaim 60 kJ, sama dengan membakar 0,00151 liter atau 1,5 cc/detik dinilai terlalu berlebihan. Pasalnya, bensin tak mungkin melepaskan energi 39,5MJ/liter dan seterusnya dikonversi menjadi energi mekanis. Para ahli energi memperkirakan, alat tersebut hanya bisa menghemat energi 3kW selama 20 detik.

Dibandingkan KERS elektrikal yang sudah banyak digunakan saat ini oleh perusahaan mobil untuk umum, sistem Flybrid masih kalah efisien. Menurut Luca Marmorini dari Toyota F1, sistem KERS Toyota pada mobil sport hibridanya, Supra yang telah memenangkan lomba ketahanan di Tokachi, Jepang mampu mengembalikan energi yang hilang sampai 70%. Sedangkan sistem mekanikal Flybrid hanya 20%. Karena itu pula, ia menilai KERS Flybrid yang bekerjasama dengan Totorak dan Xtrack kurang cangghi bahkan primitif. Padahal Flybrid telah mendapatkan penghargaan, “Engine Innovation of the Year” di Koln, Jerman tahun lalu untuk KERS ini.

Alasan lain FIA memilih KERS dari Flybrid adalah untuk mencegah perbedaan mencolok antara tim yang mampu membuat KERS dengan sangat bagus dan yang kurang baik. Padahal, berdasarkan perhitungan yang dibuat para insinyur F1, penggunaan KERS belum mampu mempercepat waktu tempuh per lap secara sginifikan. Pasalnya, waktu yang tersedia untuk mengambil energi tersebut 6,5 detik perp lapnya. Kalau pun ada, hanya bisa lebih cepat 0,1 – 0,3 detik/lap. Itu pun belum memperhitungkan distribusi bobot dan besarnya kemasan. Meski begitu diakui, dengan adanya KERS, kesempatan “overtake” lebih besar karena traksi lebih baik terutama saat mobil berakselerasi kembali.

Cara Kerja
KERS elektrikal yang digunakan perusahaan mobil saat ini, energinya diambil dari roda. Selanjutnya, energi tersebut disimpan dalam aki atau batere. Tenaga dari batere digunakan untuk memutar motor listrik. Motor listrik dimanfaatkan untuk membantu mesin utama untuk berakselerasi atau mengaktifkan perlengkapan mobil, seperti AC dan kelistrikan lainnya. Cara lain yang cukup menarik adalah seperti ditempuh Volvo, yaitu dengan istem ISG, (intergrated starter-generator). Starter dan generator adalah unit yang sama. Saat mesin dihidupkan berfungsi sebagai motor starter dan bila mesin sudah hidup menjadi generator untuk menghasilkan listrik.

Pada sistem yang dibuat oleh Flybrid, komponen utama terdiri dari roda gila dan CVT (continuously variable transmission) yang dipasang antara transmisi dan as roda belakang. Jika mobil direm, CVT mempercepat putaran roda gila dengan perbandingan 6 : 1. Roda gila berputar lebih cepat dan menyimpan energi dari mesin yang tidak sepenuhnya digunakan untuk menjalankan mobil. Begitu gas digeber, CVT memperkecil rasio. Kini giliran roda gila yang menyalurkan energinya ke transmisi untuk memerkuat traksi atau mempercepat akslerasi. Pada Flybrid, putaran roda gila untuk menyimpan energi mencapai 64.500 rpm.


Roda Gila


Meski KERS Flybrid dinilai oke untuk recovery energi, beberapa ahli masih mengkhawatirkan masalah keamanan. Pasalnya, putaran roda gila yang sangat tinggi, menyebabkan bearing (laher) cepat aus, rontok dan bisa menimbulkan pecahan logam. Jawaban Flybrid, masalah keamanan merupakan aspek pertama yang diperhitungkan. Karena itu pula, roda gila dibuat dari karbon dan ditaruh di dalam tabung baja yang kuat.

Rabu, 03 September 2008

Formula 1



Sejarah

Sejak mesin bensin diperkenalkan Nikolaus Otto pada 1876, dinamikanya sangat pesat mengikuti gaya hidup manusia. Salah satunya, keinginan untuk berkompetisi. Sejarah mencatat di tahun 1894, balapan antar kota Paris ke Rouen menjadi cikal bakal balap F1. Saat itu mobil bisa ditumpangi lebih dari seorang. Aturan tak seketat sekarang, bahkan ada acara untuk makan siang. Hampir seluruh kompetisi dilangsungkan menempuh jarak antarkota. Jalanannya kotor, berdebu dan tanpa fasilitas sama sekali. Pesertanya berasal dari beberapa negara. John Gordon Bennet, seorang raja koran Inggris tercatat sebagai orang pertama yang mempeloporinya. Sirkuitnya mengambil jalan umum yang ditutup. Sejak itu, jumlah sirkuit tertutup yang dibangun semakin banyak bermunculan di Eropa. Pabrikan mobil yang ikut serta juga bukan hanya Peugeot dan Panhard. Mercedes-benz, Bugatti, Maserati, Auto Union dan Alfa Romeo meramaikan di awal dekade 30-an.

Teknologi mesin balap juga semakin meningkat. Dimulai Prof. Ferdinand Porsche, kepala desainer Auto Union, yang menciptakan mesin 4400 cc bertenaga 295 dk. Mercedes ikut bereaksi dengan mesin 4700 cc yang berkemampuan 470 dk. Auto Union menambah kapasitas mesinnya menjadi 6000 cc yang sanggup menghasilkan tenaga 520 dk. Puncaknya pada 1937 ketika Mercedes merilis W125. kapasitas mesin 8 silinder ini mencapai 5600 cc dan menghasilkan tenaga 580 dk. Supercharger sebagai komponen pendongkrak tenaga sudah lazim dipakai. Kelanjutan balapan ini sempat terhenti saat masa perang dunia I dan II. Baru pada 13 Mei 1950 balap F1 resmi digelar di sirkuit Silverstone, Inggris. Kompetisi dibuka Raja George VI dan Putri Elizabeth. Di lomba ini pula istilah Grand Prix diperkenalkan.

Balapan pertama diikuti 21 peserta dengan kendaraan single seater gerak roda depan. Meskipun dilengkapi supercharger, mobil masih sulit dikendalikan di trek. Pembalap legendaris yang muncul adalah Juan Manuel Fangio. Ia menjuarai beberapa kejuaraan memakai Alfa Romeo, Mercedes, Ferrari dan Maserati.Di tahun ini pula Ferrari sebagai pabrikan asal Italia, menorehkan sejarah. Pembalap Ascari, Fangio dan Hawthorn berhasil menarik perhatian publik dengan menjuarai beberapa GP di rentang 1952-1958.


Juan Manuel Fangio

Perubahan mulai muncul di era 1960-an. Salah satunya pergantian gerak roda belakang. Perubahan ini juga membuat keuntungan di titik gravitasi yang lebih rendah. Konsekuensinya posisi pengemudi menjadi lebih rebah. Sasis monokok diperkenalkan Colin Champman pada 1963 di mobil 25/33. kendaraan ini pula yang sempat mendominasi beberapa lomba dengan pembalap Jim Clark.

Seperti era sebelumnya, di dekade 1970-an ditandai dengan kemajuan revolusioner teknologi balap. Setidaknya tercatat 3 inovasi baru di bidang ini. Yaitu revolusi aerodinamika, peranti turbo dan siluet sasis.Peran aerodinamika mulai mendapat perhatian di musim 1968. Peran mesin menuntun kemampuan bentuk sasis yang prima. Ketika itu Ferrari mempelopori pemakaian sayap (wing) di mobil 312 pacuannya. Hal ini merupakan perubahan signifikan karena sebelumnya seluruh mobil F1 berbentuk seperti cerutu. Dengan revolusi aerodinamika ini, daya tekan mobil ke aspal bertambah meskipun bergerak pada kecepatan tinggi dan berada di tikungan. Ditambah bagian bawah sasis yang dibentuk sedemikian rupa agar mampu mengalirkan udara lebih lancar.Pada dekade ini Jackie Stewart dan Niki Lauda muncul sebagai penguasa. Keduanya berhasil menjadikan balap F1 makin digemari penduduk dunia. Terbukti pihak sponsor berlomba lomba untuk berpromosi di ajang tersebut.


Ferrari 312

Melangkah ke tahun 1980-an, teknologi mesin turbo makin berkembang. Jika pada 1977 Renault mampu mencapai tenaga sebesar 500 dk, mesin BMW 4 silinder tahun 1985 mampu menghasilkan 1200 dk. Dengan ini pula Nelson Piquet menjadi juara dunia 1985 dengan Brabham BT54.Kecelakaan yang menewaskan Gilles Villeneuve pada 1982 menandai bahayanya sebuah balapan F1. Tuntutan fisik dan mental yang prima adalah hal yang tak bisa ditawar tawar lagi. Pembalap professional harus lebih disiplin.Keadaan tersebut tidak membuat nyali pembalap ciut. Terbukti di era 1980-an ini muncul legenda baru Ayrton Senna. Pembalap Brasil ini kemudian menjadi simbol kebangkitan pembalap F1 modern. Sayangnya, sebuah kecelakaan fatal telah merenggut nyawanya di tikungan Tamburello, Imola pada 1994.

Balap F1 semakin populer, dunia menjadikan kejuaraan ini sebagai simbol balap mobil dunia. Para pembalap menjadi tokoh selebriti dunia dan memiliki jutaan fans. Michael Schumacher layak dijadikan simbol era 1990-an. Seiring dengan ketertarikan dunia, lahan balap ini menjadi perhatian sentral. Kegiatan ekonomi dan keuangan banyak terlibat di dalamnya. Munculnya tim tim papan atas yang kuat dapat dijadikan indikator.

Pada milenium ketiga, teknologi balap melangkah lebih jauh. Aerodinamika mendapat banyak perhatian. Namun yang utama penggunaan komponen komponen elektronik makin berperan vital. Termasuk dengan cara mengadopsi teknologi luar angkasa.


McLaren MP4-23

Revolusi Mobil Formula 1

Formula 1 telah ada sejak tahun 1955, dimana pada tahun tersebut adalah tahun pertama event Formula 1 diadakan. Event balap Formula 1 masih berlangsung hingga sekarang. Dan dari tahun 1955 hingga sekarang, banyak terjadi perubahan-perubahan. Baik dari segi aerodinamika, ban, dan pastinya mesin. Dan inilah wujud dari perubahan tersebut.